Alasan Ruben Amorim Dipecat Oleh Manchester United. Manchester United secara resmi mengumumkan pemecatan Ruben Amorim sebagai pelatih kepala pada 5 Januari 2026, setelah 14 bulan menjabat. Keputusan ini datang hanya sehari setelah hasil imbang 1-1 melawan Leeds United, di mana Amorim secara terbuka menyuarakan ketidakpuasannya terhadap struktur klub. Tim saat ini berada di posisi keenam klasemen Premier League, dengan performa yang naik turun sejak kedatangannya pada November 2024. Pemecatan ini menandai akhir era singkat Amorim, yang sempat membawa tim ke final Europa League, tapi gagal menciptakan kemajuan signifikan di liga domestik. MAKNA LAGU
Performa Buruk dan Kurangnya Progres: Alasan Ruben Amorim Dipecat Oleh Manchester United
Sepanjang masa jabatannya, Amorim hanya memenangkan sekitar 38 persen pertandingan di semua kompetisi, salah satu rekor terburuk bagi pelatih permanen klub sejak era Sir Alex Ferguson. Meski ada momen positif seperti tiga kemenangan beruntun di awal dan pencapaian final Europa League, tim sering kesulitan konsistensi. Di Premier League, United hanya mengumpul poin minim di beberapa periode, dengan pertahanan yang rentan dan serangan yang kurang tajam. Hierarki klub menyatakan bahwa mereka tidak melihat cukup tanda-tanda evolusi taktis atau hasil yang diharapkan, meski Amorim diberi waktu untuk menerapkan sistemnya. Kekalahan dan hasil imbang berulang membuat posisi tim stagnan di papan tengah.
Ketegangan Internal dan Konflik dengan Hierarki: Alasan Ruben Amorim Dipecat Oleh Manchester United
Masalah utama muncul dari ketegangan antara Amorim dan manajemen, terutama direktur sepak bola. Amorim merasa perannya sebagai “head coach” membatasi wewenangnya, sementara ia ingin berfungsi sebagai “manager” penuh dengan kontrol lebih besar atas transfer dan taktik. Ia secara terbuka mengkritik departemen rekrutmen agar “melakukan tugas mereka”, dan menolak saran untuk mengubah formasi 3-4-3 yang menjadi ciri khasnya. Pertemuan panas dengan petinggi klub, termasuk respons emosional Amorim terhadap diskusi taktis, menjadi pemicu akhir. Klub enggan mendukung target transfernya di jendela Januari, karena khawatir tidak cocok dengan pelatih berikutnya. Pernyataan pasca-pertandingan melawan Leeds, di mana ia menegaskan posisinya, dianggap sebagai serangan langsung yang membuat situasi tak tertolerir lagi.
Dampak Pemecatan terhadap Klub
Pemecatan Amorim meninggalkan Manchester United dalam fase transisi lagi, dengan Darren Fletcher ditunjuk sebagai pelatih interim untuk laga mendatang. Klub harus segera mencari pengganti yang sesuai dengan struktur modern, di mana pelatih bekerja di bawah direktur sepak bola. Beberapa nama muncul sebagai kandidat, tapi fokus utama adalah stabilitas di sisa musim untuk mengejar posisi Liga Champions. Situasi ini menyoroti pola berulang klub dalam mengganti pelatih tanpa perubahan struktural mendalam, yang sering menghambat kemajuan jangka panjang. Suporter kecewa dengan hasil, tapi banyak yang mengakui Amorim membawa semangat baru meski akhirnya gagal beradaptasi.
Kesimpulan
Pemecatan Ruben Amorim mencerminkan kombinasi performa buruk di lapangan dan konflik internal yang tak terselesaikan. Meski ia membawa trofi Eropa dan sempat menjanjikan, ketidakcocokan dengan visi hierarki serta kegagalan menciptakan progres membuat kelanjutan tak mungkin. Ini menjadi pelajaran bagi klub untuk lebih selektif dalam penunjukan pelatih yang selaras dengan struktur baru. Bagi Amorim, kepergian ini membuka pintu baru, sementara Manchester United harus cepat bangkit untuk menghindari musim yang lebih buruk. Di tengah tekanan tinggi sepak bola modern, kesabaran sering kali menjadi barang langka.