West Ham Alami Keterpurukan di Premier League

west-ham-alami-keterpurukan-di-premier-league

West Ham Alami Keterpurukan di Premier League. West Ham United sedang mengalami masa sulit di Premier League musim 2025/2026. Hingga awal Januari 2026, tim asal London ini berada di posisi 18 klasemen dengan hanya mengumpulkan sekitar 14-15 poin dari 21 pertandingan. Rentetan hasil buruk, termasuk kekalahan dari tim-tim bawah seperti Wolverhampton Wanderers dan Nottingham Forest, membuat mereka terjerembab ke zona degradasi. Julen Lopetegui telah dipecat pada awal Januari 2025 setelah hanya delapan bulan menjabat, digantikan oleh Graham Potter yang kini berusaha menyelamatkan tim dari ancaman turun kasta. Situasi ini semakin memprihatinkan karena West Ham gagal meraih kemenangan dalam sembilan pertandingan terakhir liga. INFO SAHAM

Performa Buruk dan Hasil Terkini: West Ham Alami Keterpurukan di Premier League

West Ham tampil inkonsisten sepanjang musim. Mereka sempat menang di awal, seperti atas Nottingham Forest pada Agustus, tapi kemudian terpuruk dengan kekalahan beruntun. Kekalahan telak 3-0 dari Wolverhampton pada awal Januari menjadi pukulan berat, di mana Wolves meraih kemenangan pertama mereka musim itu. Dilanjutkan dengan kekalahan 1-2 di kandang dari Nottingham Forest pada 6 Januari, di mana gol telat dari penalti membuat fans semakin kecewa.

Tim ini sering kebobolan dari set piece dan kesulitan mencetak gol meski memiliki pemain seperti Jarrod Bowen dan Lucas Paquetá. Tidak ada clean sheet dalam waktu lama, dan performa away sangat buruk. Rentetan tanpa kemenangan ini membuat West Ham terpaut beberapa poin dari zona aman, dengan jadwal mendatang yang berat melawan tim-tim kuat seperti Tottenham dan Chelsea.

Faktor Penyebab Keterpurukan: West Ham Alami Keterpurukan di Premier League

Beberapa elemen menjadi penyebab utama. Pemecatan Julen Lopetegui mencerminkan ketidakcocokan taktiknya dengan skuad, meski ia membawa pemain baru di musim panas. Pergantian ke Graham Potter diharapkan membawa angin segar, tapi adaptasi butuh waktu. Masalah pertahanan kronis, dengan banyak gol kebobolan dari situasi mati, ditambah kurangnya intensitas di lini tengah.

Cedera pemain kunci dan protes suporter terhadap manajemen klub menambah tekanan. Bursa transfer Januari menjadi krusial, dengan kedatangan striker baru seperti Pablo dari Portugal untuk menambah daya gedor. Namun, integrasi pemain anyar di tengah jadwal padat sering kali sulit, membuat tim rentan terhadap kekalahan dari lawan yang sedang bangkit.

Dampak dan Prospek ke Depan

Keterpurukan ini berdampak besar pada moral tim dan suporter. Protes fans semakin sering terdengar, dengan kekhawatiran nyata tentang degradasi untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun. Posisi di zona merah membuat setiap pertandingan terasa seperti final, terutama big match mendatang.

Di sisi positif, perekrutan di Januari bisa menjadi pembeda jika pemain baru cepat beradaptasi. Potter dikenal dengan gaya bermain atraktif yang bisa meningkatkan kepercayaan diri. Dengan separuh musim tersisa, masih ada peluang bangkit jika konsistensi tercipta, meski persaingan dengan tim bawah seperti Wolves dan Forest akan ketat.

Kesimpulan

West Ham United benar-benar alami keterpurukan serius di Premier League saat ini, dengan posisi di zona degradasi dan rentetan hasil minor. Pemecatan Lopetegui dan kedatangan Potter menandai upaya perubahan, tapi tantangan besar masih menanti. Tim perlu segera menemukan kembali ritme kemenangan, memperkuat pertahanan, dan memanfaatkan transfer baru untuk keluar dari lubang. Jika tidak, ancaman degradasi semakin nyata, meski potensi skuad sebenarnya cukup untuk finis lebih tinggi. Masa depan tergantung pada respons cepat di paruh kedua musim ini.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *