Arsenal Menjadi Favorit di Liga Champions. Musim ini Arsenal tampil luar biasa di kompetisi Eropa. Di bawah arahan Mikel Arteta, tim ini telah memenangkan setiap laga fase liga, mencetak banyak gol sambil menjaga pertahanan rapat. Gabriel Jesus menjadi bintang di beberapa pertandingan besar, termasuk dua gol melawan Inter, sementara Viktor Gyokeres juga menunjukkan ketajaman. Dengan 21 poin dan selisih gol +18, Arsenal hampir pasti finis di posisi teratas fase liga, bahkan berpeluang menyelesaikan delapan kemenangan beruntun di laga terakhir melawan Kairat Almaty. Performa ini membuat mereka melampaui tim-tim raksasa lain yang mengalami pasang surut, sehingga Arsenal kini dianggap sebagai tim paling siap merebut trofi. REVIEW FILM
Dominasi di Fase Liga dan Rekor Sempurna: Arsenal Menjadi Favorit di Liga Champions
Arsenal memulai kampanye dengan kemenangan meyakinkan, termasuk atas tim kuat seperti Athletic Bilbao dan Inter Milan. Mereka tidak hanya menang, tapi melakukannya dengan gaya yang meyakinkan. Di San Siro, meski Inter sempat menyamakan kedudukan, Arsenal langsung merespons dan mengunci kemenangan lewat gol dari set piece serta serangan terbuka. Rekor tujuh kemenangan beruntun ini menjadi yang terbaik dalam sejarah klub di kompetisi Eropa. Pertahanan mereka sangat solid, hanya kebobolan sedikit gol, sementara serangan mengalir dari berbagai sumber. Arteta memuji timnya sebagai “sangat lengkap”, dengan kedalaman skuad yang memungkinkan rotasi tanpa penurunan kualitas. Dominasi ini membuat Arsenal unggul jauh di tabel, dengan peluang lolos ke babak knockout mendekati pasti dan posisi top dua yang memberikan keuntungan home di leg kedua knockout.
Performa Pemain Kunci dan Adaptasi Taktik: Arsenal Menjadi Favorit di Liga Champions
Gabriel Jesus menjadi motor utama dengan gol-gol krusial, termasuk brace melawan Inter yang menunjukkan insting predatornya. Viktor Gyokeres juga berkembang pesat, mencetak gol penting dari jarak jauh. Lini belakang dipimpin dengan baik, ditopang kemampuan set piece yang mematikan—Arsenal mencetak banyak gol dari situasi bola mati. Arteta berhasil menyesuaikan taktik agar tim tetap fleksibel: defensif solid saat dibutuhkan, tapi transisi cepat dan serangan tajam saat menguasai bola. Kedalaman skuad menjadi kunci, memungkinkan pemain cadangan tampil impresif tanpa mengganggu ritme. Performa ini kontras dengan tim lain seperti PSG yang mulai goyah atau Manchester City yang kehilangan kestabilan. Arsenal tampak lebih siap menghadapi tekanan tinggi, terbukti dari kemampuan mereka mengontrol pertandingan besar.
Proyeksi dan Tantangan ke Depan
Proyeksi terkini menempatkan Arsenal sebagai favorit teratas dengan peluang juara sekitar 25-31 persen, lebih tinggi dari Bayern Munich, Manchester City, PSG, dan Barcelona. Odds di pasaran juga mencerminkan hal ini, dengan Arsenal sering dipasang sebagai yang terdepan. Namun, tantangan masih besar di babak knockout. Fase gugur selalu penuh kejutan, dan Arsenal harus menjaga konsistensi serta menghindari cedera kunci. Laga terakhir fase liga akan menjadi tes akhir sebelum draw knockout. Jika mereka finis sempurna, momentum akan semakin kuat. Arteta menekankan pentingnya memanfaatkan peluang ini, karena tim sedang berada di level tertinggi. Dengan skuad yang seimbang antara pengalaman dan energi muda, Arsenal punya fondasi kuat untuk melangkah jauh.
Kesimpulan
Arsenal telah menjelma menjadi kekuatan dominan di Liga Champions musim ini. Rekor sempurna, performa kolektif yang impresif, dan kemampuan mengatasi lawan kuat membuat mereka layak menjadi favorit utama. Dari tim yang dulu sering tersingkir dini, kini mereka tampak siap merebut trofi pertama sejak lama. Mikel Arteta dan para pemain telah membangun sesuatu yang istimewa, dengan kedalaman, disiplin, dan mental juara. Sisa musim akan menentukan apakah ini akhirnya menjadi musim Arsenal mengangkat trofi Eropa. Untuk saat ini, mereka adalah tim yang harus dikalahkan—dan itu bukan sekadar omong kosong, tapi fakta dari lapangan.