Osimhem Lebih Cocok Menjadi Mesin Gol Daripada Gyokeres. Bursa transfer musim panas 2025 telah memanaskan persaingan klub-klub Premier League, dan dua nama striker yang sering dibandingkan adalah Victor Osimhen dan Viktor Gyokeres. Mantan gelandang Chelsea, Joe Cole, baru-baru ini memicu diskusi dengan menyebut Osimhen sebagai pilihan yang lebih meyakinkan untuk menjadi mesin gol dibandingkan Gyokeres, yang kini berseragam Arsenal. Pernyataan ini memantik perbincangan di kalangan penggemar, terutama setelah debut Gyokeres yang kurang impresif bersama The Gunners. Dengan Osimhen yang kini bersinar di Galatasaray, muncul pertanyaan: mengapa striker Nigeria ini dianggap lebih unggul? Mari kita bedah lebih dalam perbandingan kedua penyerang ini. BERITA LAINNYA
Siapa Itu Osimhen
Victor Osimhen, penyerang berusia 26 tahun asal Nigeria, adalah salah satu striker papan atas di sepak bola Eropa. Ia memulai karier profesionalnya di Wolfsburg, lalu menjajal liga Belgia bersama Charleroi dan Ligue 1 bersama Lille sebelum bergabung dengan Napoli pada 2020. Di Napoli, Osimhen mencatatkan 76 gol dalam 133 penampilan, termasuk peran kunci dalam gelar Serie A 2022/2023. Musim panas ini, ia bergabung dengan Galatasaray dengan status pinjaman dan langsung tampil ganas, mencetak 20 gol dalam 25 laga di semua kompetisi. Osimhen dikenal sebagai penyerang komplet: kuat secara fisik, tajam di kotak penalti, dan mampu mendominasi duel udara. Ia juga punya kecepatan dan naluri mencetak gol yang membuatnya jadi ancaman konstan bagi bek lawan. Pengalamannya di liga-liga top Eropa menjadikannya pemain yang teruji di panggung besar.
Kenapa Dia Bisa Lebih Hebat dari Gyokeres
Osimhen dianggap lebih unggul dari Gyokeres karena pengalamannya di kompetisi papan atas dan kemampuan beradaptasi yang terbukti. Ia telah menunjukkan ketajamannya di Serie A, yang dikenal dengan pertahanan ketat, serta di Turki, di mana ia tetap produktif meski dalam situasi pinjaman. Osimhen punya kemampuan untuk mencetak gol dalam berbagai situasi, baik melalui sundulan, tembakan jarak dekat, maupun memanfaatkan bola panjang. Ia juga mampu menjadi pemimpin di lini depan, seperti yang ditunjukkannya saat membawa Napoli juara. Di sisi lain, Gyokeres, meski mencatatkan 97 gol dalam 102 laga bersama Sporting CP, belum teruji di Premier League. Debutnya bersama Arsenal melawan Manchester United pada Agustus 2025 mengecewakan, tanpa satu pun tembakan sebelum ditarik keluar di menit ke-60. Osimhen juga unggul dalam duel udara, dengan 15 gol sundulan sepanjang kariernya, dibandingkan Gyokeres yang hanya mencatatkan delapan gol sundulan. Pengalaman Osimhen di liga-liga kompetitif membuatnya dianggap lebih siap menghadapi tekanan dan intensitas Premier League.
Gyokeres vs Osimhen, Siapakah Yang Menang?
Perbandingan antara Gyokeres dan Osimhen bergantung pada konteks dan kebutuhan tim. Gyokeres, dengan usia 27 tahun, adalah striker yang sedang memasuki puncak performa. Ia unggul dalam kecepatan, dribel, dan transisi cepat, dengan 130 dribel sukses di Liga Portugal musim lalu, jauh lebih banyak dari Osimhen. Gaya bermainnya cocok untuk tim yang mengandalkan serangan balik, seperti Arsenal di bawah Mikel Arteta. Namun, Gyokeres masih perlu membuktikan diri di liga yang lebih kompetitif, dan debutnya yang lesu menimbulkan keraguan. Sebaliknya, Osimhen punya rekam jejak yang lebih teruji. Ia mencetak 26 gol di Serie A musim 2022/2023 dan terus konsisten di Turki. Osimhen juga lebih efektif dalam situasi bola mati, dengan persentase konversi peluang 23,5%, dibandingkan Gyokeres yang 21,1%. Namun, Gyokeres punya keunggulan dalam menciptakan peluang sendiri, dengan 60 peluang dari open play musim lalu. Dalam hal pengalaman dan ketajaman di laga besar, Osimhen jelas unggul, tapi Gyokeres berpotensi mengejar jika mampu beradaptasi cepat di Premier League.
Kesimpulan: Osimhem Lebih Cocok Menjadi Mesin Gol Daripada Gyokeres
Debat soal siapa yang lebih cocok sebagai mesin gol antara Osimhen dan Gyokeres bergantung pada kebutuhan tim dan konteks liga. Osimhen, dengan pengalaman di liga top Eropa dan kemampuan teruji di berbagai situasi, tampak lebih siap menjadi ujung tombak tim yang mengincar gelar. Gyokeres, meski memiliki potensi besar dengan kecepatan dan kreativitasnya, masih menghadapi tantangan adaptasi di Premier League. Bagi klub seperti Arsenal atau Manchester United, yang sempat mengincar keduanya, Osimhen menawarkan jaminan ketajaman yang lebih pasti, sementara Gyokeres adalah investasi jangka panjang yang butuh waktu untuk bersinar. Dengan musim yang baru dimulai, Gyokeres punya kesempatan untuk membuktikan diri, tapi untuk saat ini, Osimhen tetap dianggap sebagai pilihan yang lebih andal untuk menjadi mesin gol di kompetisi papan atas.