Perbedaan Statistik Senne Lammens vs Andre Onana

perbedaan-statistik-senne-lammens-vs-andre-onana

Perbedaan Statistik Senne Lammens vs Andre Onana. Manchester United selalu jadi sorotan, tak terkecuali soal posisi kiper. Di musim 2025/26, nama Senne Lammens, kiper muda Royal Antwerp, mencuat sebagai kandidat potensial untuk menyaingi Andre Onana, kiper utama Setan Merah. Rumor transfer Lammens ke Old Trafford memicu perbandingan sengit antara keduanya, terutama dari sisi statistik. Dengan performa Onana yang kerap naik-turun dan Lammens yang digadang-gadang sebagai talenta masa depan, siapa yang lebih layak berdiri di bawah mistar MU? Artikel ini akan mengupas profil kedua kiper, membandingkan statistik mereka, dan menentukan siapa yang lebih cocok untuk mengawal gawang Manchester United. BERITA BOLA

Mengenal Lebih Dalam Dengan Senne Lammens dan Andre Onana
Senne Lammens adalah kiper berusia 23 tahun asal Belgia yang kini menjadi andalan Royal Antwerp. Lahir di Zottegem pada 7 Juli 2002, Lammens memulai karier di akademi Club Brugge, tetapi kesulitan menembus tim utama karena kehadiran Simon Mignolet. Pada 2023, ia pindah ke Antwerp dan langsung menunjukkan taji, tampil dalam 64 pertandingan dengan 12 clean sheet dan kebobolan 86 gol. Dengan tinggi 193 cm, Lammens dikenal kuat dalam duel udara dan penyelamatan penalti, menjadikannya salah satu kiper muda terbaik di Liga Pro Belgia.

Di sisi lain, Andre Onana adalah kiper berusia 29 tahun asal Kamerun yang bergabung dengan Manchester United dari Inter Milan pada 2023 seharga £44 juta. Onana dikenal sebagai kiper modern dengan kemampuan distribusi bola yang mumpuni, seperti yang ia tunjukkan di Ajax dan Inter. Namun, sejak tiba di Old Trafford, performanya sering dikritik karena kesalahan fatal yang berujung gol lawan. Meski begitu, Onana tetap mencatatkan 24 clean sheet dalam 101 penampilan untuk MU, meskipun kebobolan 148 gol. Dengan kontrak hingga 2028, Onana masih menjadi pilihan utama, tetapi kedatangan Lammens bisa mengubah dinamika.

Ini Dia Perbedaan Statistik Mereka Selama di MU
Karena Senne Lammens belum resmi bergabung dengan Manchester United, perbandingan statistik akan berfokus pada performa Lammens di Royal Antwerp musim 2024/25 dibandingkan dengan statistik Onana di MU pada periode yang sama. Berdasarkan data musim lalu, Lammens mencatatkan persentase penyelamatan 81,4% dengan rata-rata 4,3 penyelamatan per laga, tertinggi di Liga Pro Belgia. Ia juga mencegah 14,5 gol, menunjukkan kemampuan shot-stopping yang luar biasa. Dalam hal duel udara, Lammens menghentikan 13,2% umpan silang ke kotak penalti, menempatkannya di persentil ke-99 di antara kiper Eropa. Distribusi bolanya juga solid, dengan rasio penyelesaian umpan 3,6% lebih tinggi dari Onana, meski dengan jumlah umpan yang lebih sedikit.

Sebaliknya, Andre Onana di MU mencatatkan persentase penyelamatan 73% dengan rata-rata 3,8 penyelamatan per laga. Ia berhasil mencatatkan 9 clean sheet musim lalu, sama seperti musim sebelumnya, tetapi kebobolan 58 gol dalam 38 laga Premier League. Dalam duel udara, Onana hanya menghentikan 5% umpan silang, jauh di bawah Lammens, dan tidak pernah mencapai 9,3% sejak 2018/19. Namun, keunggulan Onana terletak pada distribusi bola, dengan rata-rata 35 umpan per laga dan akurasi 78%, meskipun build-up play MU masih terasa kaku dibandingkan performanya di Ajax. Secara keseluruhan, Lammens unggul dalam shot-stopping dan duel udara, sementara Onana lebih baik dalam aspek distribusi.

Setelah Melihat Perbedaan Statistik Tersebut, Siapakah yang Lebih Cocok Menjadi Kiper Utama MU
Memilih kiper utama MU bergantung pada kebutuhan taktis tim di bawah pelatih Ruben Amorim. Jika MU mengutamakan kiper dengan kemampuan shot-stopping dan dominasi di kotak penalti, Lammens adalah kandidat kuat. Statistiknya yang impresif di Liga Pro Belgia, terutama dalam menghentikan umpan silang dan penyelamatan penalti (5 dari 8 sukses musim lalu), menunjukkan bahwa ia bisa memberikan stabilitas di lini belakang. Dengan usia yang lebih muda, Lammens juga merupakan investasi jangka panjang yang bisa berkembang menjadi kiper kelas dunia, terutama jika diberi kesempatan beradaptasi dengan intensitas Premier League.

Namun, Onana punya keunggulan dalam pengalaman dan kemampuan distribusi, yang krusial dalam sepak bola modern. Gaya bermainnya cocok untuk tim yang mengandalkan build-up dari belakang, meskipun performanya di MU belum setara dengan level Ajax atau Inter. Dengan kontrak jangka panjang dan komitmen untuk bertahan, Onana masih bisa memperbaiki kelemahannya, terutama jika Amorim mampu memperbaiki struktur pertahanan tim. Meski begitu, inkonsistensinya, seperti blunder saat melawan Lyon di Liga Europa, membuat posisinya rawan. Lammens, dengan biaya transfer sekitar £17 juta, bisa jadi pesaing sehat yang mendorong Onana tampil lebih baik atau bahkan menggantikannya jika performa sang kiper Kamerun terus menurun.

Kesimpulan: Perbedaan Statistik Senne Lammens vs Andre Onana
Perbandingan statistik Senne Lammens dan Andre Onana menunjukkan dua profil kiper yang berbeda. Lammens unggul dalam shot-stopping, duel udara, dan penyelamatan penalti, menjadikannya opsi menjanjikan untuk masa depan MU. Sementara itu, Onana menawarkan pengalaman dan distribusi bola yang lebih baik, meski kerap dihantui inkonsistensi. Untuk saat ini, Onana kemungkinan tetap menjadi pilihan utama karena pengalamannya di level tertinggi, tetapi Lammens, jika resmi bergabung, bisa menjadi ancaman serius dengan potensinya yang besar. Keputusan akhir ada di tangan Ruben Amorim, yang harus menyeimbangkan kebutuhan jangka pendek dan panjang MU. Satu hal pasti, persaingan di bawah mistar Old Trafford bakal semakin panas!

 

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *